Gunung Slamet The Biggest Mountain In Java Island.
—
Jumat, 12 Januari 2018
—
Info Gunung
Gunung Slamet yang terletak didalam wilayah Dati 1 Provinsi Jawa Tengah adalah gunung terbesar dan tertinggi di wilayah tersebut. Gunung. Slamet membentang dari utara pulau Jawa sampai dengan selatan pulau Jawa. Begitu luas dan besar gunung hingga untuk mencapai Gn. Slamet kita dapat melalui beberapa daerah administratif tingkat dua yang bersinggungan langsung dengan areal gunung tersebut antara lain Dati 2 Purwokerto, Dati 2 Purbalingga, Dati 2 Tegal, Dati 2 Pemalang dan Dati 2 Brebes.
Setelah melewati areal perkebunan penduduk sekitar 15 menit kemudian kita akan berjumpa dengan Lawang, Lawang disini adalah sebuah areal pos pendakian yang kiri kanannya terdapat dua pohon besar yang membentuk seperti gapura pintu masuk.
Dari pos 4 (Samarantu) biasanya ada sebagian pendaki yang kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 5 karena di areal tersebut terdapat sungai kecil sebagai sumber air waktu tempuh dari pos 4 ke pos 5 maksimal 1 ½ jam. Tapi biasanya pada musim kemarau sumber mata air tersebut kering, maka disarankan untuk membawa air dari bawah, karena selanjutnya ke atas tidak terdapat sumber air lagi.
Setelah istirahat sebentar diareal ini kita dapat melanjutkan kembali perjalanan menuju batas Vegetasi yang bernama Pelawangan. Dari pelawangan menuju puncak Gn. Slamet sudah sama sekali tidak terdapat vegetasi jenis apapun diareal ini hanya terdapat batu-batuan dan kerikil bercampur pasir yang tersusun dan menjulang tinggi.
Untuk melakukan pendakian Gn. Slamet 3.428 mdpl umumnya para pendaki menggunakan jalur Bambangan yang terletak di Dusun Bambangan Desa Kuta Bawa kecamatan Karang Reja kabupaten Purbalingga. Jalur ini merupakan jalur resmi untuk melakukan pendakian Gn. Slamet.
Untuk menggunakan jalur Bambangan biasanya para pendaki menggunakan menggunakan jalur Pemalang - Karang Reja - Pasar Pratin - Bambangan, walaupun bisa melewati Purwokerto - Serayu - Bobotsari tetapi biasanya saya lebih suka masuk lewat Pemalang.
Di Dusun Bambangan setiap pendaki diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di rumah pak Kadus. Setelah segala urusan perizinan telah dirampungkan maka perjalanan pendakian pun dapat dimulai. Medan pertama yang akan kita lalui adalah hamparan ladang penduduk selama hampir 1 ½ jam keadaan kondisi jalur sekarang agak berbeda ketika pertama kali saya mendaki gunung tersebut pada bulan Juli tahun 1997.
Pada tahun 1997, 1998, 2001, dan 2003 untuk mencapai lawang harus terlebih dahulu melewati pos payung, hutan pinus dan sebuah shelter yang bernama pondok belalang maka pada tahun 2008 kemarin saya tidak menjumpainya lagi, sehabis perkebunan penduduk 15 menit kemudian kita akan tiba di areal pos Lawang luar, biasa perkembangan pertanian kita sehingga hutan pun terpaksa harus mengalah demi kepentingan umat manusia.
Dari areal lawang menuju pos 4 (Samarantu) kita membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam mungkin lebih dengan kondisi jalur sudah mulai agak terjal dan menguras tenaga kita, sebelum mencapai pos 4 (Samarantu) kita akan sering menjumpai tempat base camp yang ideal salah satunya adalah pos 3 Pondok Cemara, dari Pondok Cemara menuju Samarantu perjalanan tidak seberapa jauh lagi waktu tempuh maksimal 40 menit.
Areal Samarantu cukup ideal untuk dijadikan tempat base camp. Sekedar pemberitahuan kepada rekan-rekan yang membawa carriel super tinggi dan berat maka areal ini adalah suatu rintangan yang harus sering membuat kita terus menunduk, karena banyak pohon tumbang yang melintang menghalangi jalur pendakian.
Dari pos 4 (Samarantu) biasanya ada sebagian pendaki yang kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 5 karena di areal tersebut terdapat sungai kecil sebagai sumber air waktu tempuh dari pos 4 ke pos 5 maksimal 1 ½ jam. Tapi biasanya pada musim kemarau sumber mata air tersebut kering, maka disarankan untuk membawa air dari bawah, karena selanjutnya ke atas tidak terdapat sumber air lagi.
Pos 5 ini bernama Samhyang Rangkah disana terdapat sebuah pondok kayu yang cukup nyaman dijadikan areal base camp, diareal pos 5 ini biasanya para pendaki meninggalkan barang bawaannya dan melanjutkan perjalanan ke puncak setelah terlebih dahulu bermalam ditempat ini.
Dari pos 5 menuju pos 6 (Samhyang Batur) waktu tempuh maksimal hanya 10 menit pos 6 hanyalah areal base camp bagi pendaki yang tidak mendapat tempat base camp di pos 5. Dari pos 6 menuju pos 7 (Samhyang Jampang) waktu tempuh lebih kurang 30 menit tanpa beban, kondisi jalur disini makin mantap dan sempit. Dari Samhyang Jampang Gn. Sindoro & Gn. Sumbing makin mantap untuk dilihat. Di atas areal base camp Samhyang Jampang terdapat daerah yang bernama Samhyang Kendit dengan waktu tempuh maksimal 10 menit tanpa beban.
Setelah istirahat sebentar diareal ini kita dapat melanjutkan kembali perjalanan menuju batas Vegetasi yang bernama Pelawangan. Dari pelawangan menuju puncak Gn. Slamet sudah sama sekali tidak terdapat vegetasi jenis apapun diareal ini hanya terdapat batu-batuan dan kerikil bercampur pasir yang tersusun dan menjulang tinggi.
Jangan ditanya lagi masalah jalur disini. yang jelas kondisinya makin mantap untuk mengahabisi stamina kita. Setelah lebih kurang 40 - 50 menit meniti tumpukan bebatuan yang sesekali luruh terkena pijakan kita, kita akan tiba diareal Puncak Gn. Slamet yang biasa disebut sebagai "Benteng Gunung " disebut begitu karena keadaan fisiknya mirip dengan sebuah benteng. Dari areal ini setelah beristirahat sejenak mengikuti arah punggungan yang berbelok ke kanan Puncak Gn. Slamet 3.428 mdpl sudah menanti anda.
Congratulations..
Anda telah menjejaki Puncak Slamet 3.428 mdpl dengan selamat". Di depan kita terlihat bibir kawah Gunung Slamet yang terletak agak jauh diseberang dan di belakang kita terlihat jelas Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro serta mega-mega Gunung Slamet yang mengelilingi kita berwarna putih menggulung-gulung menembus batas tertinggi fantasi kita.
