Gunung Agung The Holly Place In Bali Island
—
Rabu, 24 Januari 2018
—
Info Gunung
Sudahkah anda mendaki gunung tertinggi di pulau Dewata. Sebuah gunung dengan panorama yang indah dan menjadi salah satu tempat yang disucikan oleh seluruh umat Hindu yang hidup di Pulau Bali.
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.041 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.041 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.
Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah sempit dan cukup dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap belerang dan uap air panas akibat aktifitas volcano gunung yang masih tergolong aktif.
Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.
Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.
Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut.
18 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2000 dan kemudian pada tahun 2003 saya pernah mendaki gunung ini. Saat itu sistem perijinan tidak terlalu rumit dan siapapun boleh mendaki gunung Agung setelah mendapat izin dari para Pecalang ( Polisi Adat ) yang biasa bertugas di sekitar areal Pure Besakih.
Setelah kita mengurus beberapa persyaratan masuk biasanya kita akan diantar menuju Pure Agung untuk mengambil air dan beribadah sejenak untuk menghormati adat istiadat dan kepercayaan warga setempat.
Setelah kita mengurus beberapa persyaratan masuk biasanya kita akan diantar menuju Pure Agung untuk mengambil air dan beribadah sejenak untuk menghormati adat istiadat dan kepercayaan warga setempat.
Para Pecalang biasanya hanya mengantar kita sampai disini, selepas itu kita akan berjalan menyusuri hutan pinus yang kering dan kemudian memasuki hutan heterogen yang lembab namun juga kering. Oh iya sekedar pemberitahuan, gunung Agung itu miskin sumber air, jadi sumber mata air terakhir bisa kita dapatkan di areal sekitar Pure Agung ( Tanya saja sama pecalang ) setelah semua pundi pundi air terisi penuh barulah mulai pendakian anda.
Seingat saya sepanjang perjalanan dari Pure Agung sampai dengan puncak bayangan pertama ( Puncak Batu Tulis ) saya tidak menumukan papan petunjuk jalan ataupun nama nama shelter, jadi mohon maaf yah mungkin dalam artikel ini saya sedikit mengajak kawan kawan untuk berimaginasi dengan ingatan saya dalam rentan waktu 18 dan 15 tahun terakhir. Setelah lepas hutan pinus kita akan memasuki hutan heterogen yang kering dengan variasi kemiringan jalur antara 30-40 derajat.
Semakin jauh memasuki belantara gunung Agung yang sunyi kita akan bertemu dengan punggungan yang semakin menyempit dan variasi vegetasi antara hutan pinus dan hutan perdu. kondisi jalur tetap kering dan berdebu serta semakin terjal.
Hmmm mungkin waktu tempuh antara Pure Agung sampai dengan Puncak Batu Tulis sekitar 5 sampai 7 jam. Selepas hutan campuran maka kita akan measuki areal hutan pinus yang banyak ditumbuhi belukar dan tumbuhan cantigi serta petai hutan yang cukup enak untuk di konsumsi..( he he he bau pete buat ngilangin bau ketek )
kondisi jalur semakin terjal dan berbatu ( mirip jalur puncak Rinjani ) hanya saja masih terdapat beberapa jenis vegetasi disana. dari hutan heterogen terakhir menuju batas vegetasi kondisi mulai sedikit panas yah..( jujur sebenarnya bukan sedikit tapi panas bro ) karena kondisi vegetasi yang mulai jarang dan semakin pendek..
Dari areal ini lapat lapat kita mulai menyaksikan Puncak bayangan pertama ( Puncak Batu Tulis ) saya sendiri sempat mengira itu adalah puncak gunung Agung dan akhirnya tertipu kemudian terduduk di bebatuan yang ternyata adalah areal Batu Tulis.
Melewati areal ini sebaiknya kita sedikit hati hati dengan barang bawaan kita terutama makanan jangan sembarang ditaruh karena banyak sekali pencuri pencuri lincah yang kerap memamerkan ketampanannya tanpa malu malu ( he he he biasa bro itu lho monyet hutan ) monyet monyet disini cukup agresif dan tidak segan segan mencuri makanan kita tanpa rasa takut ( maklum lah namanya juga penghuni asli biasa jadi kalo rada ngocol..he he he )
Semakin jauh memasuki belantara gunung Agung yang sunyi kita akan bertemu dengan punggungan yang semakin menyempit dan variasi vegetasi antara hutan pinus dan hutan perdu. kondisi jalur tetap kering dan berdebu serta semakin terjal.
Hmmm mungkin waktu tempuh antara Pure Agung sampai dengan Puncak Batu Tulis sekitar 5 sampai 7 jam. Selepas hutan campuran maka kita akan measuki areal hutan pinus yang banyak ditumbuhi belukar dan tumbuhan cantigi serta petai hutan yang cukup enak untuk di konsumsi..( he he he bau pete buat ngilangin bau ketek )
kondisi jalur semakin terjal dan berbatu ( mirip jalur puncak Rinjani ) hanya saja masih terdapat beberapa jenis vegetasi disana. dari hutan heterogen terakhir menuju batas vegetasi kondisi mulai sedikit panas yah..( jujur sebenarnya bukan sedikit tapi panas bro ) karena kondisi vegetasi yang mulai jarang dan semakin pendek..
Dari areal ini lapat lapat kita mulai menyaksikan Puncak bayangan pertama ( Puncak Batu Tulis ) saya sendiri sempat mengira itu adalah puncak gunung Agung dan akhirnya tertipu kemudian terduduk di bebatuan yang ternyata adalah areal Batu Tulis.
Melewati areal ini sebaiknya kita sedikit hati hati dengan barang bawaan kita terutama makanan jangan sembarang ditaruh karena banyak sekali pencuri pencuri lincah yang kerap memamerkan ketampanannya tanpa malu malu ( he he he biasa bro itu lho monyet hutan ) monyet monyet disini cukup agresif dan tidak segan segan mencuri makanan kita tanpa rasa takut ( maklum lah namanya juga penghuni asli biasa jadi kalo rada ngocol..he he he )Biasanya jika kita mendaki pada pagi hari ( sekitar jam 9 atau jam 10 ) maka akan tiba diareal ini sekitar pukul 4 atau pukul 5 sore dan biasanya pula walaupun tempat ini kerap dijadikan sebagai salah satu tempat ibadah bagi umat hindu yang mendaki gunung Agung tempat ini menjadi tempat base camp yang lumayan ideal.
Kenapa begitu..?? Kondisi punggungan gunung Agung yang cendrung sempit tidak menyediakan tempat atau areal basecamp yang memadai. jadi memang sedikit sekali areal untuk membuka base camp.Hmmm berbekal pengalaman pertama pada pendakian kedua saya menggunakan sistem turun naik atau tek tok istilah anak anak jaman now dan ternyata itu lebih mempersingkat waktu pendakian dan lebih menghemat tenaga karena bawaan kita yang cendrung hanya VVIP ( Very Very Important Packet ) saja.
Lepas dari pos Batu Tulis kita akan menghadapi celah berbatu sempit kemudian memasuki areal luas punggungan tanpa vegetasi dengan kondisi kemiringan yang membuat lutut kadang berciuman mesra dengan jidat..he he he he..
Dah deket tuh sama Puncak Bayangan 2 alias Puncak Bayangan terakhir. Diareal ini kondisi medan yang sangat terbuka, membuat sudut sudut pandang kita terbuka secara luas, seluas cakrawala Indonesia yang sangat kita cintai.
Setelah kurang lebih 20 menit berjibaku dengan kondisi jalur yang cukup melelahkan maka kita akan menjumpai jalur yang agak datar dan semakin datar hingga akhirnya kita tiba di pelataran yang lumayan luas dengan view puncak gunung Agung didepan kita dan gunung Rinjani yang jauh dibelakangnya.
Dari Puncak Bayangan 2 menuju puncak Agung jalur semakin tipis dengan margin safety yang cukup bikin deg deg kan karena dikanan kuburan dikiri jalur kemungkinan rumah sakit..he he he kemungkinan lho.
Sebaiknya pelajari kondisi cuaca dan kecepatan angin ketika kita telah berada diareal ini sebelum kita lakukan summit attack. Kondisi jalur yang tipis dan menurun diawal track dengan kiri kanan jurang yang mengangga membuat petualangan kita di Puncak Pulau Dewata benar benar terasa indah dan nikmat. Hati hati ya bro karena menjelang puncak sejati gunung Agung terdapat satu titik yang sangat tipis dan cukup berbahaya apabila kita lengah.Setelah kurang lebih 5 atau 10 menit kita melintasi areal jembatan Shirotol Mustaqiem maka kita akan tiba di puncak gunung Agung..Sebuah pelataran sempit dengan backround view mega mega Pulau Dewata serta penampakan kawah gunung Agung dengan dinding dinding kawah berwarna merah ke emasan melengkapi keberhasilan kita dalam menjejakan kaki di daratan tertinggi Tanah Bali.
Puncak Agung yang megah dan disucikan oleh umat Hindu di Pulau Bali menjadi saksi bisu dari kekuatan tekad dan ketabahan kita dalam mengarungi setiap rintangan dan tantangan yang disuguhkan oleh ke-Agungan-Nya.

