Menyerap Kebijaksanaan Alam.
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Assalamualaikum.
Pernahkah alam menolak kehadiran kita, dengan bijak alam
selalu membuka panorama indahnya, alam tak pernah membeda-bedakan, antara
penjahat dengan penikmat, antara pecinta dengan pendusta.
Alam selalu membuka dirinya untuk kita sambangi. Untuk kita
nikmati, untuk kita cintai bahkan untuk kita hancurkan. Apakah alam akan
menolaknya. Tidak!!! Alam tidak akan berkompromi dengan semua itu, alam
akan memberikan pelajaran dari semua konsekuensi tindakan kita.
Jika alam kita jaga, kita rawat dan kita pelihara tentu kita
akan menikmati keramahan dan keindahannya tetapi jika kita hancurkan tentu juga
kita akan menikmati kemurkaannya. Alam mengajarkan kepada kita nilai-nilai keindahan,
kekuatan dan ketabahan. Dibalik keindahan terdapat kekuatan, didalam kekuatan
terdapat kebersamaan.
Tingginya gunung mengajarkan kepada kita tentang cita-cita
yang luhur, budi pekerti serta pengabdian yang setinggi-tingginya kepada pencipta
kita, ketinggian mengajarkan kita untuk melihat kedalaman, memahami kerendahan
dan menyadari keberagaman.
Dari ketinggian kita bisa menyaksikan hamparan kebesaran Tuhan sejauh mata memandang, dimana batas cakrawala menandakan keterbatasan kita. Setinggi-tinggi status kita tetap lebih tinggi pencipta kita. Proses mencapai ketinggian merupakan proses perjalanan hidup kita dialam dunia. Dari tiada kembali lagi kepada tiada, dari bawah kembali kebawah, dari rumah kembali kerumah.
Dari ketinggian kita bisa menyaksikan hamparan kebesaran Tuhan sejauh mata memandang, dimana batas cakrawala menandakan keterbatasan kita. Setinggi-tinggi status kita tetap lebih tinggi pencipta kita. Proses mencapai ketinggian merupakan proses perjalanan hidup kita dialam dunia. Dari tiada kembali lagi kepada tiada, dari bawah kembali kebawah, dari rumah kembali kerumah.
Dinginnya udara dan terjalnya medan pendakian mengajarkan
kita tekad dan kekuatan, kekuatan dan kecerdasan untuk mengelola akal pikir,
kesabaran untuk meniti setiap langkah kehidupan, piawai dan pandai untuk
mengatur ritme perjalanan sesuai kemampuan, jalur dan dinginnya udara juga
mengajari kita pentingnya koordinasi yang baik antara hati dan pikiran, antara
kekuatan tubuh dan keinginan.
Beban dipundak mengajarkan kepada kita tentang tanggung
jawab, tentang bekal yang akan kita pertanggung jawabkan, tentang persiapan
yang harus kita persiapkan dengan matang dan kita pergunakan sesuai dengan
kebutuhan.
Batu batu cadas serta jurang-jurang mengajarkan kepada kita
tentang kewaspadaan, tentang ketelitian, serta kemampuan untuk mengatasi setiap
halang rintang dengan menggunakan akal dan pikiran untuk mengasah keterampilan
dan kemampuan.
Hijaunya hutan mengajarkan kepada kita soal kedamaian,
ketenangan dan kesunyian, betapa tenang jiwa berada dalam belantara sunyi
hingga setiap detail suara hati bisa kita dengarkan, begitu takjubnya diri kita
hingga selalu mengucapkan sukur kepada sang pencipta.
Indahnya alam mengajarkan kepada kita untuk berprilaku
indah, bertutur kata lembut, berlaku lampah sopan dan bijaksana serta indahnya
memiliki pengetahuan. Keindahan alam juga mengajarkan tentang indahnya
kebersamaan, indahnya persahabatan dan indahnya pemahaman nilai nilai religi
dalam kehidupan.
Air dan udara mengajarkan betapa penting dan berharganya
kehidupan.
Tanah mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati,
tentang penciptaan dan kekuasaan.
Pohon dan hewan-hewan mengajarkan kita tentang ketahanan
hidup, kemampuan untuk menjalankan takdir dengan istiqomah tanpa protes dan tak
pernah berputus asa.
Kawah mengajarkan kepada kita tentang kesuburan tentang
panas yang membakar manusia jika terjerumus pada kenikmatan fana. Subhanallah
itulah kebijaksanaan alam yg harus kita serap dalam setiap pendakian.
Wassalamualaikum..SalamKopiHangat.
