Menyerap Kebijaksanaan Alam.

Assalamualaikum.

Pernahkah alam menolak kehadiran kita, dengan bijak alam selalu membuka panorama indahnya, alam tak pernah membeda-bedakan, antara penjahat dengan penikmat, antara pecinta dengan pendusta.

Alam selalu membuka dirinya untuk kita sambangi. Untuk kita nikmati, untuk kita cintai bahkan untuk kita hancurkan. Apakah alam akan menolaknya. Tidak!!! Alam tidak akan berkompromi dengan semua itu, alam akan memberikan pelajaran dari semua konsekuensi tindakan kita.


Jika alam kita jaga, kita rawat dan kita pelihara tentu kita akan menikmati keramahan dan keindahannya tetapi jika kita hancurkan tentu juga kita akan menikmati kemurkaannya. Alam mengajarkan kepada kita nilai-nilai keindahan, kekuatan dan ketabahan. Dibalik keindahan terdapat kekuatan, didalam kekuatan terdapat kebersamaan.

Tingginya gunung mengajarkan kepada kita tentang cita-cita yang luhur, budi pekerti serta pengabdian yang setinggi-tingginya kepada pencipta kita, ketinggian mengajarkan kita untuk melihat kedalaman, memahami kerendahan dan menyadari keberagaman.


Dari ketinggian kita bisa menyaksikan hamparan kebesaran Tuhan sejauh mata memandang, dimana batas cakrawala menandakan keterbatasan kita. Setinggi-tinggi status kita tetap lebih tinggi pencipta kita. Proses mencapai ketinggian merupakan proses perjalanan hidup kita dialam dunia. Dari tiada kembali lagi kepada tiada, dari bawah kembali kebawah, dari rumah kembali kerumah.

Dinginnya udara dan terjalnya medan pendakian mengajarkan kita tekad dan kekuatan, kekuatan dan kecerdasan untuk mengelola akal pikir, kesabaran untuk meniti setiap langkah kehidupan, piawai dan pandai untuk mengatur ritme perjalanan sesuai kemampuan, jalur dan dinginnya udara juga mengajari kita pentingnya koordinasi yang baik antara hati dan pikiran, antara kekuatan tubuh dan keinginan.

Beban dipundak mengajarkan kepada kita tentang tanggung jawab, tentang bekal yang akan kita pertanggung jawabkan, tentang persiapan yang harus kita persiapkan dengan matang dan kita pergunakan sesuai dengan kebutuhan.


Batu batu cadas serta jurang-jurang mengajarkan kepada kita tentang kewaspadaan, tentang ketelitian, serta kemampuan untuk mengatasi setiap halang rintang dengan menggunakan akal dan pikiran untuk mengasah keterampilan dan kemampuan.

Hijaunya hutan mengajarkan kepada kita soal kedamaian, ketenangan dan kesunyian, betapa tenang jiwa berada dalam belantara sunyi hingga setiap detail suara hati bisa kita dengarkan, begitu takjubnya diri kita hingga selalu mengucapkan sukur kepada sang pencipta.

Indahnya alam mengajarkan kepada kita untuk berprilaku indah, bertutur kata lembut, berlaku lampah sopan dan bijaksana serta indahnya memiliki pengetahuan. Keindahan alam juga mengajarkan tentang indahnya kebersamaan, indahnya persahabatan dan indahnya pemahaman nilai nilai religi dalam kehidupan.

Air dan udara mengajarkan betapa penting dan berharganya kehidupan.
Tanah mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati, tentang penciptaan dan kekuasaan.
Pohon dan hewan-hewan mengajarkan kita tentang ketahanan hidup, kemampuan untuk menjalankan takdir dengan istiqomah tanpa protes dan tak pernah berputus asa.

Kawah mengajarkan kepada kita tentang kesuburan tentang panas yang membakar manusia jika terjerumus pada kenikmatan fana. Subhanallah itulah kebijaksanaan alam yg harus kita serap dalam setiap pendakian.

Wassalamualaikum..SalamKopiHangat.