Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Hendak Kita Dustakan
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Assalamualaikum.
RedaksiKopiHangat.
Sebagai seorang pendaki gunung dan tentunya sebagai seorang
muslim kita wajib mensyukuri segala nikmat dan karunia dari Allah SWT. Jangan
pernah sekalipun kita sia-siakan nikmat yang telah kita miliki ini, kenalilah
diri kita sebelum kita mengenali medan-medan pendakian kita.
Pahamilah kinerja tubuh dan akal pikir kita sebelum kita
memulai petualangan kita. Begitu banyaknya nikmat yang telah Allah swt berikan
kepada kita hingga kita tak akan mampu untuk menggantinya atau menyandingkannya
dengan pahala atau materi sebanyak apapun didunia ini.
Sadarkah ?? Allah telah menjadikan kita mahluk yang sempurna
hingga membuat mahluk lain iri kepada kita, kita dianugrahi akal pikir, di
anugrahkan gelar khalifah serta di bekali dengan berbagai fasilitas gratis
untuk menunjang kinerja jiwa dan raga kita di alam dunia. “Dan apa saja nikmat
yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53). Dengan
mengenali dan memahami seluruh nikmat yang kita dapatkan kita akan selalu ingat
dan bersukur kepada Allah sang penguasa alam.
Begitu indahnya dan teraturnya kinerja tubuh ini sebagaimana
alam dengan teratur menyuplai kebutuhan kita. Alam sebagaimana diri kita, jika
kita seimbang memperlakukannya, lahir dan bathin tentu kita akan menuai hasil
yang indah. Pikir kita imbangi dengan Dzikir, Usaha kita imbangi dengan Doa
begitu juga dengan harapan dan keinginan kita imbangi dengan kenyataan.
Pribadi-pribadi yang telah mampu menyelaraskan diri dengan
hukum keseimbangan akan selalu memperhatikan hukum sebab akibat, menjalani
tugas dan tanggung jawab serta mampu memahami dan menjalankan hak serta
kewajibannya selama hidup di alam dunia ini.
Pribadi-pribadi indah ini akan selalu menyelaraskan
kehadirannya dengan keindahan alam yang ia singgahi. Inilah alasan-alasan
mengapa sebelum kita memulai pendakian dan petualangan kita harus mengenali dan
memahami diri kita sendiri, agar tercipta sebuah keseimbangan dan keteraturan
yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?
Dengan mengenali dan memahami diri sendiri dalam kegiatan
petualangan dan pendakian juga dalam keseharian kita, kita akan memahami bentuk
nyata dari rasa syukur nikmat yang telah Allah berikan dan anugrahkan kepada
kita. Keindahan alam yang selaras dengan keindahan pribadi yang datang
mengunjunginya akan menciptakan sebuah keseimbangan yang nyata.
Alam akan tetap indah seindah jiwa-jiwa yang datang
menikmatinya. Subhanallah dengan bijaknya alam akan membimbing dan memberikan
tunjuk ajar yang sempurna agar bertambah keyakinan dan keimanan kita kepada
Sang Pencipta.
Celakalah orang-orang yang kufur nikmat karena tak mampu
memahami dan mengenali setiap keindahan yang tercipta untuk dirinya dan berbahagialah
orang yang bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. “Ingatlah
kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku,
janganlah kalian kufur” (QS. Al Baqarah: 152) “dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
Wassalamualaikum.
Selamat menikmati kopi hangat.
