Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Hendak Kita Dustakan

Assalamualaikum.
RedaksiKopiHangat.

Sebagai seorang pendaki gunung dan tentunya sebagai seorang muslim kita wajib mensyukuri segala nikmat dan karunia dari Allah SWT. Jangan pernah sekalipun kita sia-siakan nikmat yang telah kita miliki ini, kenalilah diri kita sebelum kita mengenali medan-medan pendakian kita.

Pahamilah kinerja tubuh dan akal pikir kita sebelum kita memulai petualangan kita. Begitu banyaknya nikmat yang telah Allah swt berikan kepada kita hingga kita tak akan mampu untuk menggantinya atau menyandingkannya dengan pahala atau materi sebanyak apapun didunia ini.

Sadarkah ?? Allah telah menjadikan kita mahluk yang sempurna hingga membuat mahluk lain iri kepada kita, kita dianugrahi akal pikir, di anugrahkan gelar khalifah serta di bekali dengan berbagai fasilitas gratis untuk menunjang kinerja jiwa dan raga kita di alam dunia. “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53). Dengan mengenali dan memahami seluruh nikmat yang kita dapatkan kita akan selalu ingat dan bersukur kepada Allah sang penguasa alam.

Begitu indahnya dan teraturnya kinerja tubuh ini sebagaimana alam dengan teratur menyuplai kebutuhan kita. Alam sebagaimana diri kita, jika kita seimbang memperlakukannya, lahir dan bathin tentu kita akan menuai hasil yang indah. Pikir kita imbangi dengan Dzikir, Usaha kita imbangi dengan Doa begitu juga dengan harapan dan keinginan kita imbangi dengan kenyataan.

Pribadi-pribadi yang telah mampu menyelaraskan diri dengan hukum keseimbangan akan selalu memperhatikan hukum sebab akibat, menjalani tugas dan tanggung jawab serta mampu memahami dan menjalankan hak serta kewajibannya selama hidup di alam dunia ini.

Pribadi-pribadi indah ini akan selalu menyelaraskan kehadirannya dengan keindahan alam yang ia singgahi. Inilah alasan-alasan mengapa sebelum kita memulai pendakian dan petualangan kita harus mengenali dan memahami diri kita sendiri, agar tercipta sebuah keseimbangan dan keteraturan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dengan mengenali dan memahami diri sendiri dalam kegiatan petualangan dan pendakian juga dalam keseharian kita, kita akan memahami bentuk nyata dari rasa syukur nikmat yang telah Allah berikan dan anugrahkan kepada kita. Keindahan alam yang selaras dengan keindahan pribadi yang datang mengunjunginya akan menciptakan sebuah keseimbangan yang nyata.

Alam akan tetap indah seindah jiwa-jiwa yang datang menikmatinya. Subhanallah dengan bijaknya alam akan membimbing dan memberikan tunjuk ajar yang sempurna agar bertambah keyakinan dan keimanan kita kepada Sang Pencipta.

Celakalah orang-orang yang kufur nikmat karena tak mampu memahami dan mengenali setiap keindahan yang tercipta untuk dirinya dan berbahagialah orang yang bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. “Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur” (QS. Al Baqarah: 152) “dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)

Wassalamualaikum.

Selamat menikmati kopi hangat.