Alam Tidak Pernah Mengajarkan Kesombongan
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Assalamualaikum.
Para pendaki yang berjiwa sehat akan lebih sehat perilakunya,
pikirannya tenang, laku lampah dan tutur katannya sopan, tidak pernah merasa
lebih hebat dari pendaki lainnya. Dimatanya tidak ada rival dan persaingan
sebab pendakian bukanlah ajang rivalitas dan persaingan melainkan ajang untuk
mengasah kemampuan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta alam.
RedaksiKopiHangat.
"Di dalam tubuh yang sehat tedapat jiwa yang sehat," semboyan
kuno ini sangat terkenal juga sangat identik dengan kita para pendaki gunung. Semboyan yang memacu akal pikir untuk bertarung melawan
semua halang rintang dalam mengisi kegiatan dan keseharian kita. Fisik yang
sehat akan membantu kita dalam mengarungi berbagai medan perjalanan hidup,
melewati jurang-jurang dan lembah kegelapan serta mencapai puncak-puncak
prestasi dalam perjuangan.
Tetapi Awas !!! Banyak juga diantara kita yang terjebak
dalam semboyan itu hingga banyak pendaki yang berfisik sehat dan kuat, namun
berjiwa kotor (suka iri, dengki, pendendam, dan sebagainya), atau hidup penuh
dengan kemaksiatan. Pengagungan kemampuan fisik dan kemampuan teknis
( Mounteneering, survival, navigasi, Rock Climbing, Caving, Rafting dll
) tanpa diimbangi oleh keagungan hati nurani kita akan menimbulkan banyak
kepincangan dalam lisan dan perbuatan.
Para pendaki yang berjiwa sehat akan lebih sehat perilakunya,
pikirannya tenang, laku lampah dan tutur katannya sopan, tidak pernah merasa
lebih hebat dari pendaki lainnya. Dimatanya tidak ada rival dan persaingan
sebab pendakian bukanlah ajang rivalitas dan persaingan melainkan ajang untuk
mengasah kemampuan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta alam.
Hal ini tentu berlaku terbalik kepada kita yang hanya
mengagung-agungkan kemampuan fisik dan teknis belaka, melihat sedikit saja ada
yg lebih hebat dari kita, akan ada kecemburuan dan perasaan tersaingi. Perasaan
ini akan terus tumbuh bersama rasa iri yang membakar hati dalam kebencian.
Sangat disayangkan bukan kemampuan teknis yang mumpuni menjadi tiada berarti
dalam kesombongan.
Bukan berarti olah fisik dan kemampuan teknis tidak
diperlukan, fisik dan teknik yang baik juga sangat kita butuhkan tetapi
alangkah lebih baik jika kemampuan olah fisik dan tehknik kita seimbangkan
dengan olah jiwa dan kematangan berfikir dan prilaku kita baik didalam
pendakian maupun dalam pergaulan hingga kita tidak terjebak didalam pengkotakan
dan rivalitas.
Apalah artinya lambang lambang kebesaran jika tak diiringin
oleh kebesaran jiwa, apalah artinya ilmu pengetahuan dan tehknik mumpuni jika
hanya menjauhkan kita dari nilai-nilai ketuhanan. Apalah artinya pergaulan jika
tak mampu mempersatukan. Sadarkah dibalik kepentingan kecil kita ada kepentingan
bersama yang tak ternilai harganya. Nusantara dan generasi penerus kita. Jangan
sampai mereka melihat hutan dan gunung hanya dari balik album kenangan yang
selalu kita buka dan kita banggakan. Hanya itukah kelak yang akan kita berikan.
Ingat !!!!Kita ini kuat. Sangat kuat dibalik warna dan
bendera kebesaran kita masing-masing kita ini benar-benar kuat sebagai Anak
Bangsa. "Dibalik raga yang kuat terdapat jiwa yang kuat."
Wassalamualaikum.
SalamKopiHangat