Alam Tidak Pernah Mengajarkan Kesombongan

Assalamualaikum.
RedaksiKopiHangat.

"Di dalam tubuh yang sehat tedapat jiwa yang sehat," semboyan kuno ini sangat terkenal juga sangat identik dengan kita para pendaki gunung. Semboyan yang memacu akal pikir untuk bertarung melawan semua halang rintang dalam mengisi kegiatan dan keseharian kita. Fisik yang sehat akan membantu kita dalam mengarungi berbagai medan perjalanan hidup, melewati jurang-jurang dan lembah kegelapan serta mencapai puncak-puncak prestasi dalam perjuangan.

Tetapi Awas !!! Banyak juga diantara kita yang terjebak dalam semboyan itu hingga banyak pendaki yang berfisik sehat dan kuat, namun berjiwa kotor (suka iri, dengki, pendendam, dan sebagainya), atau hidup penuh dengan kemaksiatan. Pengagungan kemampuan fisik dan kemampuan teknis
( Mounteneering, survival, navigasi, Rock Climbing, Caving, Rafting dll ) tanpa diimbangi oleh keagungan hati nurani kita akan menimbulkan banyak kepincangan dalam lisan dan perbuatan.

Para pendaki yang berjiwa sehat akan lebih sehat perilakunya, pikirannya tenang, laku lampah dan tutur katannya sopan, tidak pernah merasa lebih hebat dari pendaki lainnya. Dimatanya tidak ada rival dan persaingan sebab pendakian bukanlah ajang rivalitas dan persaingan melainkan ajang untuk mengasah kemampuan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta alam.


Hal ini tentu berlaku terbalik kepada kita yang hanya mengagung-agungkan kemampuan fisik dan teknis belaka, melihat sedikit saja ada yg lebih hebat dari kita, akan ada kecemburuan dan perasaan tersaingi. Perasaan ini akan terus tumbuh bersama rasa iri yang membakar hati dalam kebencian. Sangat disayangkan bukan kemampuan teknis yang mumpuni menjadi tiada berarti dalam kesombongan.

Bukan berarti olah fisik dan kemampuan teknis tidak diperlukan, fisik dan teknik yang baik juga sangat kita butuhkan tetapi alangkah lebih baik jika kemampuan olah fisik dan tehknik kita seimbangkan dengan olah jiwa dan kematangan berfikir dan prilaku kita baik didalam pendakian maupun dalam pergaulan hingga kita tidak terjebak didalam pengkotakan dan rivalitas.

Apalah artinya lambang lambang kebesaran jika tak diiringin oleh kebesaran jiwa, apalah artinya ilmu pengetahuan dan tehknik mumpuni jika hanya menjauhkan kita dari nilai-nilai ketuhanan. Apalah artinya pergaulan jika tak mampu mempersatukan. Sadarkah dibalik kepentingan kecil kita ada kepentingan bersama yang tak ternilai harganya. Nusantara dan generasi penerus kita. Jangan sampai mereka melihat hutan dan gunung hanya dari balik album kenangan yang selalu kita buka dan kita banggakan. Hanya itukah kelak yang akan kita berikan.

Ingat !!!!Kita ini kuat. Sangat kuat dibalik warna dan bendera kebesaran kita masing-masing kita ini benar-benar kuat sebagai Anak Bangsa. "Dibalik raga yang kuat terdapat jiwa yang kuat."

Wassalamualaikum.

SalamKopiHangat