Tips Membuat Tenda dengan Terpal, Flysheet dan Kain
—
Kamis, 21 September 2017
—
Info dan Tips
Hal paling penting yang harus di perhatikan sebelum mendirikan tenda dengan menggunakan flysheet, Terpal ataupun kain yang dilapisi plastik dalam pendakian adalah tiupan atau hembusan arah angin.
Ingat pedoman dasarnya adalah arah angin pada siang hari akan berhembus dari lembah ke arah punggungan dan pada malam hari akan berhembus dari punggungan ke arah lembah. Perbedaan alur angin ini juga diikuti perubahan suhu yang cukup tajam merajuk kepada sifat lembah dan punggungan itu sendiri.
Angin dari arah punggungan kearah lembah kita kenal dengan nama angin lembah yang sangat dingin. Angin ini bisa mengakibatkan kejadian yang cukup fatal bagi para pendaki. Mengetahui alur hembusan angin sangat penting agar kita bisa menempatkan posisi mulut tenda atau bagian terbuka dari tenda agar terhindar dari hembusan langsung kedua alur arah angin yang disebutkan.
Mengapa ? Karena dengan mengurangi terpaan angin secara langsung kita bisa menaikan suhu udara didalam tenda dengan merapatkan posisi kita hingga cukup nyaman walaupun tidak tertutup dengan sempurna.
Ingat pedoman dasarnya adalah arah angin pada siang hari akan berhembus dari lembah ke arah punggungan dan pada malam hari akan berhembus dari punggungan ke arah lembah. Perbedaan alur angin ini juga diikuti perubahan suhu yang cukup tajam merajuk kepada sifat lembah dan punggungan itu sendiri.
Angin dari arah punggungan kearah lembah kita kenal dengan nama angin lembah yang sangat dingin. Angin ini bisa mengakibatkan kejadian yang cukup fatal bagi para pendaki. Mengetahui alur hembusan angin sangat penting agar kita bisa menempatkan posisi mulut tenda atau bagian terbuka dari tenda agar terhindar dari hembusan langsung kedua alur arah angin yang disebutkan.
Mengapa ? Karena dengan mengurangi terpaan angin secara langsung kita bisa menaikan suhu udara didalam tenda dengan merapatkan posisi kita hingga cukup nyaman walaupun tidak tertutup dengan sempurna.
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari posisi kita sebelum menentukan posisi tenda, pelajari dengan cepat situasi dan kondisi wilayah yang hendak kita jadikan areal base camp, kemiringan lokasi, posisi apakah dekat bibir jurang atau aliran air serta rintangan alami yang bisa menahan terpaan angin secara langsung baik dalam kondisi cerah maupun hujan.
Setelah kita pelajari kondisi lapangan maka segera kita pelajari atau pahami alur angin lembah dan angin gunung untuk menentukan posisi mulut tenda atau bagian yang tidak akan tertutup dengan layak sebagaimana dijelaskan sebelumnya.Cara yang paling mudah dan cepat adalah membuat tenda dengan posisi A yaitu bagian kiri kanan tenda bisa tertutup rapat tetapi sisi depan dan belakang akan sedkit terbuka. Tenang dulu sobat. Agar bagian belakang atau depan tenda bisa tertutup dengan baik kita bisa gunakan cara cara berikut ini :
Pertama cari penghalang alami berupa cerukan atau batang pohon besar baik dalam keadaan berdiri maupun roboh sebagai bagian belakang tenda. Tutupi bagian yang tak tertutup cerukan atau batang pohon dengan carier yang telahh di bungkus trashbag dan jas hujan, susun dengan sedemikian rupa agar bisa menutupi celah celah tersebut.
Kedua Gunakan Ponco atau jas hujan sebagai penutup bagian belakang ataupun sebagai pintu pada bagian depan tenda. Cara ini lebih mudah karena hanya membutuhkan ketenangan dan kesabaran dalam melakukannya. Buat tiang dikiri kanan bagian depan dan belakang lalu rapatkan pada bagian belakang tenda, ikat bagian bagian yang dirasakan perlu diikat demi kenyamanan saat istirahat.
Cara pembuatan tenda dengan menggunakan flysheet ataupun terpal tidaklah jauh berbeda yang sedikit berbeda adalah pembuatan dengan sprei gelap ataupun kain sarung..”he he he mentog banget yah saking semangatnya naik gunung.” Cara pembuatannya sama dengan tenda A hanya saja lapisi bagian luar dari sprei gelap ataupun kain sarung dengan plastik bening agar terlihat seperti flysheet unik.
Atau jika ingin terlihat seperti bivak alami maka tutupi bagian atasnya dengan dedaunan atau ilalang hingga tak terlihat bahan kainnya. “Jangan kawatir tenda inipun bisa sangat safety kok asalkan disaat hujan jangan ada bagian tubuh kita atau cerier yang menempel pada sisi sisi tenda.” Kecuali jika dilapasi bahan plastik pada sisi luarnya.
Atau jika ingin terlihat seperti bivak alami maka tutupi bagian atasnya dengan dedaunan atau ilalang hingga tak terlihat bahan kainnya. “Jangan kawatir tenda inipun bisa sangat safety kok asalkan disaat hujan jangan ada bagian tubuh kita atau cerier yang menempel pada sisi sisi tenda.” Kecuali jika dilapasi bahan plastik pada sisi luarnya.
Setelah bagian tenda selesai maka alasi permukaan tenda dengan matras ataupun ponco, ataupun dedaunan kering yang disebarkan diseluruh permukaan dasar tenda darurat tersebut lalu lapisi dengan trasbag. “He he he..manteb kaya Kasur busa bro..empuuk kalo daunnya cuykup banyak kita jadikan sebagai alas tenda.” Setelah bagian alas rampung jangan lupa kelilingi sekitar tenda dengan parit darurat lalu sebarkan garam disekelilingnya. Sebelum beristirahat silahkan atur posisi masing-masing sesuai dengan kondisi lebar dan panjang tenda darurat yang kita buat.
Oke bro selamat mencoba dan jangan putus asa.
