Survival
—
Minggu, 31 Desember 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Mungkin kita sering sekali mendengar kata survival? Kata kata ini terasa akrab sekali apabila
kita kerap bergaul dengan kelompok organisasi pecinta alam atau sejenisnya.
Sebuah kata yang gagah syarat makna dan penuh kegagahan namun sangat pahit
apabila kita harus mengalaminya dalam situasi yang dimaksudkan didalam arti
sempit dalam sebuah kegiatan petualangan.
Kata kata survival kerap dijadikan andalan oleh individu
individu yang tidak mengerti betapa luasnya medan medan petualangan hidupnya.
Banyak diantara kita yang sering kali terjebak didalam kata kata hebat ini
tetapi sama sekali tidak hebat didalam kepribadiannya.
Sekilas nampak gagah dengan penampilannya tetapi fakta yang
tersaji kerap sangat bertolak belakang dengan pengertian survival didalam sudut
pandang yang lebih luas dalam mempertahankan hidup didalam nilai nilai
kehidupan. Kata kata survival selalu
mengerucut kepada sebuah tindakan yang paling awal yang dilakukan seorang
individu agar dapat bertahan hidup didalam situasi dan kondisi khusus didalam
petualangannya.
Padahal jika arti survival diterapkan didalam berbagai lini
nilai nilai perjuangan hidup maka maknanya akan menjadi sangat hebat dan akan
melahirkan manusia manusia yang mampu bertahan hidup didalam situasi dan
kondisi yang dialaminya.
Alam sebagai guru dan media pembentukan karakter akan
melahirkan jiwa jiwa tangguh yang penuh talent dan keberanian untuk berbuat
bijaksana. Tidak hanya cakap sebagai individu tetapi juga mantap didalam
berorganisasi.
Kondisi dasar dalam klasifikasi khusus yang kita kenal
secara umum adalah penyesuaian iklim serta kondisi fisik medan yang dihadapi
oleh seorang survivor.
PENGERTIAN SURVIVAL ( UMUM )
Berasal dari kata survive, yang berarti berhasil/ mampu
mempertahankan diri dari suatu keadaan khusus/ kritis. Survivor adalah orang
yang sedang mempertahankan dirinya dalam situasi khusus / krisis .
S=Size Up the Situation.( Menilai situasi) Menyadari
situasi, bahwa kita dalam kondisi bertahan hidup amatlah penting. Dengan begitu
setiap gerakan dan perbuatan yang kita lakukan hanyalah untuk tujuan tersebut
U=Use All Your Senses, (gunakan semua Panca Indera,)
Gunakanlah semua yang ada padamu. Namun janganlah bertindak terburu-buru tanpa
terpikirkan dengan matang, karena cenderung akan sia-sia.
R=Remember Where You Are (Ingat,Dimana kamu) Semakin kita
mengingat dan mengenali dimana kita berada, makin mempercepat proses kita
keluar dari kondisi survival.
V=Vanquish Fear and Panic (mengalahkan rasa ketakutan dan
jangan panic) Kuasai diri anda dari rasa takut dan panik, karena jika tidak itu
makin memperburuk keadaan
I=Improvise ( Berimprovivasi) Seorang survival dituntut pula
bisa berimprovisasi. Baik dari benda yang ada di sekitarnya atau pun yang masih
terbawa
V=Value Living ( Hargai hidup ) Hargai hidup. Dengan terus
menyemangati jiwa anda bahwa anda harus terus hidup
A=Act Like the Natives ( Undang-Undang, adat istiadat
setempat ) Berusaha memahami adat, istiadat, tinglah laku sekitarnya juga
sangat penting
L=Learn Basic Skills ( Pelajari Keterampilan Dasar )
Faktor-faktor utama :
- Ceroboh.
- Tidak memiliki basic pengetahuan dan kemampuan untuk berpetualang
- Sombong. ( menganggap remeh medan dan kesiapan )
- kehabisan logistik, tersesat atau mengalami kecelakaan
- faktor x
- Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
- Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll.
- Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
- Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.
- faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu:
- Semangat untuk mempertahankan hidup.
- Kesiapan diri.
- Alat pendukung.
- Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
- Perlindungan terhadap ancaman :
- cuaca,
- binatang,
- makanan/minuman
- penyakit
- Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita, jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah
pedoman untuk TETAP HIDUP
T = Tetap tenang & tabah didalam menghadapi situasi
serta kondisi yang sedang kita hadapi.
E = Enggan melakukan hal hal yang dapat memperburuk situasi
T = Tetap semangat untuk hidup dan keluar dari situasi
genting ini dengan selamat.
A = Akal sehat harus diseimbangkan dengan hati nurani.
P = Pikiran harus tetap positif.
H = Hadapi situasi ini dengan bijaksana
I = Istirahat dan improve situasi
D = Doa dan yaqin kita akan selamat.
U - Usahakan yang terbaik dan paling efektif berdasarkan
situasi dan kondisi fisik diri dan lapangan
P – Pulang dengan selamat.


