5W+ Satu H Aplikasi Hidup dan Pendakian

5W + 1H + Survival = Psikologi Pendakian.
5W + 1H adalah singkatan dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.”

WHAT ( APA ) : tentunya apa disini sesuai dengan keberadaan kita di alam bebas. Misal apa sih yg harus kita lakukan, apa aja yg harus kita perbuat ..Apa aja yg harus kita bawa, hal apa yg harus kita dihindari.. 

Hal apa yg harus kita dahulukan/prioritaskan. Apa sih mounteneering, apa sih mountain sicknes, mountain accident, hill walking, rock climbing, apa sih jungle survival & survival kid , SOS signal, apa sih punggungan, apa sih peta countour, apa sih SAR, apa sih navigasi, STOP dll. Apa aja ayoo ? Kalo blum tau ya cari tau atuh.

WHO ( SIAPA ) : Nah lo..Kita ini siapa ya?? Manusia atau Dewa ?? kalo sadar kita ini manusia biasa tentu kita akan menyadari kekuatan alam dan kekuasaan Tuhan.


Siapa kita ? Hanya pendaki gunung atau manusia seutuhnya ?? Kan gunung cuma sementara aja. Sementara rimba yang sesungguhnya adalah kehidupan kita sehari hari. Sebagai Pelajar, Mahasiswa, Pekerja, Pengangguran dll banyak banget yah kalo disebutin satu persatu.

Jadi pas jadi pendaki kita sadar nih. "oh iya apa aja yg harus kita perbuat dan lakukan di medan pendakian kita." Bgitu pula ketika kita kembali kerumah kita akan membawa nilai nilai kearifan alam raya dalam setiap laku lampah kita.

WHEN ( KAPAN ): Kapan kita harus bergerak, menentukan sikap, merencanakan pergerakan. Kapan harus berhenti dan lanjut lagi.  Kapan harus ngebase dan muncak lalu kembali ke kaki gunung.. 

Tentunya dengan kesadaran kapan ini kita akan menemukan kebijaksanaan berbuat dan bertindak dalam setiap kegiatan kita dilapangan karena kita benar benar memahami kapan kita lakukan dengan kesadaran Apa & Siapa.

WHERE ( DIMANA ) : Sadarilah keberadaanmu. Ingatlah dimana kau berada. Dikamar, disekolah, dikampus, dikantor atau di hutan.. Dimana ayooo..?? Kalo ingat dan sadar kita ada dimana pasti akan sadar juga keberadaan kita, pasti paham juga apa yg harus kita lakukan. 

Kapan harus jadi pelajar atau lainnya kapan juga harus jadi pendaki gunung.. Nah kalo lagi di hutan ya jangan kaya di kamar atau dikota.. He he he yg ada mati konyol bro.

WHY ( MENGAPA ): Mengapa kita harus mendaki gunung ?? Mengapa kita harus bersusah payah bahkan kadang bertaruh nyawa.. Mengapa??..Mengapa kita harus melakukan ini.. Mengapa ? because its there..haduh ktinggian itumah.. 

Mengapa adalah pertanyaan mendasar untuk diri kita sendiri agar kita benar benar mempersiapkan 3W sebelumnya dengan cermat, matang dan bijaksana. Mengapa kita ada disini, mengapa harus membekali diri kita dengan teknik mounteneering ?  

Mengapa kita harus membekali diri dengan logistik dan peralatan yang safety.. Mengapa hayooo ?? Jawabannya ada di point sebelumnya dan keterangan selanjutnya.

HOW ( BAGAIMANA ): How you can do that. Bagaimana kita akan melakukan ini. Bagaimana jika ada situasi semacam ini ( nyasar, keabisan logistik, badai, hujan, bertemu hewan buas dll ) Bagaimana hayo ?? 

Bagaimana menanggulanginya, mengatasinya, mengaplikasikan setiap teori yang kita pelajari,  Intinya kembali ke 5 W.  Gak mau nyasar ya harus paham medan, gak mau laper ya kudu siap logistik, gak mau dingin ya kudu bawa jaket, gak mau ini, gak mau itu ya harus disiapkan ini itunya.. Gak mau cape!! Yaa jangan naik gunung.. Gitu aja kok repot.. Bukan begitu sobat.

Nah pengaplikasian antara 5W+1 H + SURVIVAL akan akan melahirkan karakter baru yg tangguh.. Hakikat gunung sejatinya ada didepan mata kita setiap harinya. Dengan kemampuan pengaplikasian teknik teknik tersebut maka selain tangguh dan bijaksana, kita juga akan mampu untuk menjalani hidup dan pendakian kita dengan selamat. ( Insya Allah..amin )

Gimana enggak.. Kita sadar betul dimana kita dan apa aja yg harus kita lakukan dengan potensi apa aja yg kita miliki dan dengan siapa kita melakukannya, kapan kita harus putuskan, dimana kita akan mulai dan mengapa semua itu harus kita lakukan dalam hidup ini..

Akal pikir, budi pekerti dan hati nuraninya akan membentuk karakter hidup yang kuat tidak hanya dimedan medan pendakian. Kesadaran hidup akan membuat seseorang pendaki menyadari eksistensinya dialam ini. Untung malangnya serta konsistensi dalam mengatasi setiap tekanan juga rasa takut yang berkecamuk dalam pikirannya.

Kearifannya bersikap akan melahirkan sosok manusia yang menghargai hidup dan nilai nilai kehidupan dalam kegiatannya.  Hakikat tersebut akan tergambar jelas dari keberadaannya sebagai manusia yang gemar berpetualang dialam bebas hingga berbagai kekosongan yang ada dalam pandangannya akan segera ia isi dengan ilmu pengetahuan dan kegiatan yang sesuai dengan kebijaksanaan hidup dan norma-norma serta adat istiadat yang berlaku dalam lingkup laku lampahnya.

Ia tak pernah merasa hebat, merasa kuat dan merasa lebih dari manusia lainnya. Ia terlatih untuk tetap hidup, tetap sabar, tetap menghargai dan tetap cemerlang dalam setiap pendakian dan hidupnya. Tak ada yang hebat.. Tak ada yg sempurna.."Kenalilah diri kita melalui medan medan pendakian kita." Wassalamualaikum..Semoga bermanfaat. ( Esha Agni )