Menanam Kebijaksanaan Menuai Kedewasaan
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Kedewasaan seorang pendaki tidak bisa diukur dari track
record pendakiannya, sebab tak sedikit kita jumpai kasus, bertambahnya track
record bertambah pula kesombongannya, semakin keras kepala dan bertambah minim kebijaksanaannya.
Pengalaman hanya menjadikan dirinya sebagai sosok yang
terjebak dalam hegemoni ke akuan, berfikir sempit dan merasa hebat dari manusia
lainnya. Sangat ironis, alam sebagai guru dari medan medan kesadarannya tak
mampu menyentuh hatinya dan memerdekaan dirinya dari kegelapan jiwa.
Padahal jika kita telisik lebih dalam kedua hal tersebut
harus saling melengkapi satu sama lainya agar tercipta kesadaran spritual yang
seimbang antara haq dan kewajiban serta tugas dan tanggung jawab. Kesadaran
lahiriah masih membelengu kesadaran bathiniahnya hingga tak jarang perilakunya
sering terjebak didalam jeratan ego yang mendalam.
Penyerapan energi positif dari kerasnya medan-medan
petualangan dalam hobi dan kehidupannya masih teramat minim diterimanya.
Dirinya masih merasa selalu benar, merasa hebat, dan merasa tak tertandingi
dalam segala hal.
Kesadaran spiritual sebagai penyeimbang lahir dan bathin
seseorang dalam membangun hubungan vertikal dengan sang Penguasa Alam akhirnya
semakin menjauh dan semakin dalam memisahkan hidupnya dari kebenaran yang haq.
Akal pikir dan logika sempit terus menerus menguasai energi
kesadaran hidupnya. Hati nurani dan akal sehatnya seakan mati dan tenggelam
didalam jurang jurang ke akuan yang semakin gelap dan mengerikan. Energi
kemurnian alam yang seharusnya mampu memurnikan dirinya dari semua penyakit
perk
otaan tak mampu menjadikan dirinya sebagai seorang insan yang ihksan didalam kehidupan dan pertualangannya.
otaan tak mampu menjadikan dirinya sebagai seorang insan yang ihksan didalam kehidupan dan pertualangannya.
Sadarlah sebelum terlambat sebab hidup adalah medan
petualangan panjang yang tak terhenti sampai datangnya kematian. Jiwa kita akan
terus berotasi mengelilingi lingkar kekuasaan Tuhan hingga saatnya damai dalam
keabadian
