Tips-Tips Aman Pendakian
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Info dan Tips
Naik gunung bukan perkara enteng lho bro "n" sist.!! Perlu
persiapan khusus & matang. Menganggap remeh pendakian & persiapannya
bisa berakibat fatal. Jangan sia siakan hidup hanya karena merasa hebat &
kuat dalam pendakian. Alih alih mau bersenang-senang malah susah dan tersiksa
bahkan berujung duka cita. Ada sedikit tips nih buat rekan rekan yang baru memulai hobi
ini agar bisa meminimalisir berbagai kejadian tidak menyenangkan selama
melakukan pendakian.
Yuk kita simak sebentar mudah-mudahan bermanfaat.
- Kenali & pahami medan pendakian anda. Caranya :
galilah sebanyak-banyak info mengenai kondisi jalur, kondisi cuaca, lama
pendakian dan semua hal tentang gunung yg akan menjadi target pendakian anda bahasa
kerennya topographi medan & demografis gunung.
- Kenali diri anda dan kemampuan anda serta tiap individu
yang terdapat dalam team anda karena dengan saling mengenal dan saling memahami
akan memudahkan kerja sama dan gerakan team dilapangan. Jika perlu usahakan ada satu orang yang sudah mengenali medan pendakian.
- Persiapkan alat dan logistik pendakian menurut skala
prioritas pendakian, tentunya jangan pernah mengabaikan safety prosedural
pendakian. Carriel yg sesuai ukuran tubuh, matras, jaket, sleeping bag, pakaian
salin, pakaian cadangan, alat makan minum plastik, kantong plastik, trash bag,
medical aid kit, survival kit dan jas hujan, untuk logistik bawalah yang
praktis dan padat kalori "jangan cuma bawa mie instant aja kali..he he he."
![]() |
| Mt Top Argopuro |
- Olahraga teratur minimal satu bulan sebelum melakukan
pendakian. Keadaan yang tidak biasa, cuaca ekstrim serta berbagai ringtangan
lain berdasarkan tingkat kesulitan medan sangat membutuhkan skill juga stamina
serta mental dan fisik yang prima.
- Bekali diri anda dengan berbagai pengetahuan dasar teknik
pendakian ( Mounteneering + 5W+1H.) Jangan sampai ada yang tidak mengetahui
sama sekali tentang teknik dasar tersebut karena ini akan berhubungan dengan
sikap dan mentalitas anda dalam menghadapi situasi yang akan anda hadapi
dilapangan.
- Chek & Re Check kembali kesiapan logistik dan
peralatan pribadi maupun team sebelum memulai pendakian.( Kualitas dan kelengkapan tenda, kompor dan bahan bakarnya )
- Jangan pernah titipkan nyawa anda !! Bawalah
logistik dan peralatan safety pribadi anda di punggung anda sendiri, usahakan
tiap individu dalam team tidak menerima penitipan nyawa ini karena besar sekali
resikonya bagi individu yang tidak membawa peralatan dan logistik safety
standarnya sendiri.
- Ketahui titik awal pendakian anda (
timur,barat,utara,selatan ) hal ini kerap dilupakan oleh para pendaki ketika
melakukan pendakian. Dengan mengetahui lokasi awal pendakian berdasarkan arah
mata angin akan memudahkan kita dalam menentukan titik kembali ( tidak gambling
) jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan karena tidak semua pendaki
memiliki peta.
- Jangan pernah keluar dari jalur pendakian, perhatikan
dengan seksama kondisi fisik jalur pendakian berdasarkan tingkat kesulitan
medan. Sadari keberadaan kita, pahami dan kenali countour medan pendakian yang
kita lalui. Apabila jalur cukup berbahaya sebaiknya tingkatkan kewaspadaan,
tingkatkan kekompakan dan tetap tenang, Jangan bergerak sendiri-sendiri,
persempit ruang gerak dan ikuti komando leader pendakian.
- Buat marka : Jika kita ragu ketika dihadapkan pada cabang-cabang jalur
pendakian atau kondisi jalur yang tidak jelas maka buatlah marka jalan dan
pastikan itu tetap pada punggungan yang sama. Marka sangat berguna agar saat kita
kembali nanti kita bisa dengan mudah mengenali track pendakian yang dilalui
sebelumnya.
- Jangan paksakan diri : jika cuaca tak bersahabat jangan paksakan diri untuk tetap
mendaki lebih baik tertahan dan bertahan pada satu titik lalu selamat daripada
memaksakan diri akhirnya gagal atau celaka.
- Jagalah pola makan kita karena makanan sangat penting
untuk metabolisme tubuh kita. ( Tetap kering, Tetap Hangat dan Tetap Kenyang )
- Jagalah sikap, ucapan dan tindakan kita karena tidak ada
seorang manusiapun yang hebat kecuali Tuhan Sang Penguasa Alam.
- Tanamkan kebijaksanaan pikiran bahwa kita adalah
manusia yang terlatih. Terlatih untuk sukses, terlatih untuk selamat dan tetap
hidup dalam setiap pendakian kita.
- Jagalah kekompakan team dan suasana yg kondusif selama
kegiatan pendakian. Hindari sikap egoistik didalam diri kita.
- Jangan Lalai, malas dan mengganggap enteng situasi dan
kondisi yang kita alami dalam pendakian karena 90% mountain accident
adalah kelalaian manusia ( human eror )
- Saling sadar, saling mengingatkan dan saling mengisi dalam
kebersamaan.
- Jangan neko neko atau berbuat konyol yang dapat membahayakan
diri kita ataupun seluruh anggota team.
- Jangan mudah mengeluh, putus asa serta kehilangan semangat
pendakian atau bersikap sebaliknya terlalu percaya diri ( over confindence )
hingga mengabaikan berbagai sinyalemen yang alam berikan kepada kita untuk
bersikap bijaksana dalam melakukan pendakian.
- Jangan terpisah dari Leader Team ( orang yg memahami medan
pendakian ) Apabila terpisah dari rombongan dan dalam waktu yang cukup lama tidak
bertemu dengan pendaki lain janganlah panik, jangan takut, tetaplah tenang,
segera evaluasi pergerakan kita. Segera kenali, sadari apakah ini jalur
pendakian ( tetap berada dipunggungan ) ataukah kita telah melambung kedasar
lembah. Jika kita berada diareal lembah usahakan untuk segera kembali
kepunggungan. Wajib kembali kepunggungan.!! Jangan pernah menyusuri areal
lembah karena kondisi lembah sangat dingin dan counturnya tidak bisa terduga (
rata-rata jurang jurang dalam dan banyak hewan buas )" Jika kita masih
berada dipunggungan yang sama dan tetap dijalur pendakian yang kita kenali melalui marka yang kita buat maka tetaplah tenang dan lanjutkan perjalanan.
- Jika sampai pada keadaan yang meyakinkan bahwa anda
tersesat maka tenanglah, "yang terpenting anda jangan perluas medan
pencarian anda dengan terus bergerak turun apalagi sampai menyusuri areal
lembah", istirahatlah, tetap tenang tetap yaqin. ( percaya diri, percaya
Tuhan dan percaya kita akan selamat ) duduk dulu, hemat energi, setelah kondisi
tubuh stabil maka berfikirlah, ingat-ingat bagaimana kita bisa sampai mengalami
keadaan seperti ini, pelajarilah keadaan diri dan kemampuan kita, pelajari situasi
dan kondisi alam, rencanakan sesuatu yang paling logis anda lakukan agar tetap
hidup dan selamat walaupun terisolir sendirian di alam liar.
-Jika anda kurang memahami teknik membaca medan, maka
yang terbaik adalah bergerak kembali ke arah puncak untuk mempersempit ruang
gerak pencarian anda, cari lokasi tertinggi dan cukup terbuka untuk
mempersiapkan diri sebagai survivor pasif, lalu buatlah berbagai sinyal SOS
untuk mempermudah team SAR dalam menemukan anda." ( sinyal api, asap,
pantulan cermin, bunyi pluit atau nesting yang dipukul dengan irama teratur,
bendera atau kain yang berwarna mencolok.
Usahakan jangan sampai tersesat.
Minta restu kepada orang tua mohon perlindungan kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan ikuti semua prosedural yang akan kita temui dalam kegiatan
pendakian kita, gak usah neko neko ya guys mengikuti prosedur tidak akan
membuat kita sulit kok hanya saja kadang kita sendiri yang mempersulit keadaan
dengan tidak mau mengetahui dan memahami prosedural yang berlaku terhadap
gunung yang kita tuju.
- Cegah !! Antisipasi dan minimalisir berbagai hal yang
dapat mengakibatkan anda kehilangan moment indah pendakian anda dan hidup anda.
( lebih baik mencegah daripada mengobati & lebih baik waspada daripada kita
celaka )
- Bawa kembali sampah anda!! Jangan menjadi sampah para
pendaki dengan meninģgalkan jejak vandalisme didalam pendakian anda.
Selamat mendaki gunung! Be Smart & Always safety.
Wassalamualaikum.
SalamkopiHangat
