Introspeksi Dari Ketinggian

Betapa sejuk dan indahnya alam pegunungan, bukit-bukit terjal dan tumpukan batu bagaikan irama klasik yang menyejukkan jiwa raga. Semilir angin yang mendaki jurang-jurang dalam, menukik dan menyusuri lembah-lembah kehidupan membuat manusia dari berbagai pelosok rimba beton datang dan bersuka ria dalam genggaman-Nya.
Plawangan Sembalun

Tidak peduli dari mana asal mereka, status sosial dan jenis pekerjaannya, alam akan menyajikan keindahan dan kedamaiannya bagi umat manusia, begitu bersahajanya dan terbuka alam atas kehadiran kita. Setelah alam memenuhi hak-hak kita sebagai pendaki jangan lupakan hak-hak alam yang kita sambangi.

Bagaimana mungkin tercipta sebuah keselarasan jika dua hal dasar ini tidak pernah kita ketahui dan kita pahami. Tak penting !! Berapa banyak gunung yang sudah kita daki, berapa banyak samudra yang sudah kita arungi. Tak berguna jika semua itu justru menjauhkan kita dari hati nurani serta hukum keseimbangan yang diciptakan oleh Illahi. Bukannya semakin dewasa dan bijaksana dalam pendakian malah semakin kekanak-kanakan didalam ketinggian.

Meyedihkan bukan, jika kesadaran itu hanya sebatas keindahan tetapi melupakan tanggung jawab kita terhadap nilai-nilai keindahan. Berhentilah mendzalimi alam!! Melupakan dan menginjak-nginjak hak alam dalam kebanggaan. Berhentilah dan mulailah memahami hak dan kewajiban kita dalam pendakian. Tidak hanya datang, bersenang-senang lalu bangga tanpa makna hidup yang akan kita terapkan didalam kehidupan.

Alam harus tetap lestari, harus tetap asri dan hijau sepanjang masa. Pekerjaan rumah bagi generasi muda bangsa yang tidak mudah dipecahkan jika hanya berpangku tangan dan tidak pernah menyadari betapa pentingnya kelestarian dan ekosistem alam. Jika kita cinta maka peliharalah sebab alam selalu sunyi didalam keheningannya. Tak perlu jauh jauh melihat saudaramu. cukup lihat dirimu. Apakah ada cinta didalam pendakianmu. 

Jangan pernah berhenti belajar dan berguru kepada alam dalam setiap kegiatan pendakian dan Jangan pernah mendaki gunung jika tak mampu menemukan makna pendakian.