Tutorial Penghijauan Hutan dengan Biji Matoa

Masih ingat tanaman beringin.

Nah sekarang tambah matoa. Tumbuhan matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm.

Tanaman ini mudah diperbanyak atau dikembang biakkan melalui biji, dan cara lain seperti cangkok serta okulasi. Matoa tumbuh di daerah yang sejuk atau dengan kata lain lebih mudah tumbuh pada ketinggian 900 - 1700 mdpl, topografi datar atau miring, meskipun dapat pula tumbuh di dataran rendah.

 Melihat asal tumbuhan tersebut maka kemungkinkan besar untuk pengembang biakan pada dataran tinggi pegunungan cukup menjanjikan. Rasa buahnya yang manis serta banyak mengandung air akan berguna sekali jika di konsumsi oleh para pendaki dalam pendakian.


Kebayang gak sih jika hutan pegunungan kita yang rawan dalam 10 tahun kedepan sudah hijau dan rimbun kembali oleh beringin dan matoa. "Wahh bakal saingan ma monkey nih kalo lagi musim buah kita naik..ha ha ha." Ayoo teman teman besok pas naik tambah amunisi kita dengan biji beringin & matoa yang sudah siap semai. "Mumpung musim hujan nih."

Satu orang satu kantung biji, kebayang gak presentasenya pertumbuhannya jika 10 Ribu orang pendaki melemparkannya di saat musim penghujan ketika melakukan pendakian."Kayanya ajiib banget tuh."

Datang lalu sebarkan, masalah biji-biji tersebut akan tumbuh atau tidak bukan lagi urusan kita, Percayakan kepada Alam dan Penguasa Alam agar bibit-bibit tersebut dapat bersemi diantara harapan dan keinginan kita agar alam tetap hijau dan lestari selamanya.
Wassalamualaikum..