Meretas Sang Alam Menuju Diri Sendiri
—
Senin, 19 Juni 2017
—
Menemukan Makna Pendakian
Assalamualaikum.
Dengan menyebut Asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.
Orang-orang yang mencintai alam hidupnya cendrung bersahaja,
hatinya tenang dan laku lampahnya kaya kreatifitas. Mereka sungguh istimewa, keistimewaan
yang disempurnakan oleh Sang Pencipta melalui meditasi alam yang senantiasa
hidup dan mengisi kehidupan mereka.
Hubungan unik yang tercipta atas dasar cinta antara insan
dan ke-Mahakuasaan Sang Pencita akan melahirkan seorang pecinta sejati, yaitu
pecinta yang terbentuk dari ketaatan dan ketinggian budi pekerti serta
kedalamam kontemplasi mistik hati nuraninya yang telah teruji layaknya puncak-puncak gunung yang menjadi megah dan indah setelah melalui berbagai proses
tekanan yang kuat dan dasyat.
Beratnya medan pencarian yang dilakoni dalam petualangan
hidupnya adalah cermin dari kegigihan dirinya untuk memahami kekuatan alam dan
kesejatian diri dalam penciptaan. Tekana tekànan tersebut adalah proses panjang
yang dilalui untuk mendapatkan kembali kelahiran jiwa raga yang fitrah dan
sejati.
Mungkin banyak yang tak memahami bahwa sebenarnya Allah SWT
menciptakan alam raya didalam diri kita sendiri.

Alam dan Manusia adalah satu paket penciptaan yang saling
melengkapi satu sama lainnya. Alam bukan hanya sekedar untuk kita ekploitasi
dan kita nikmati begitu saja melainkan juga sebagai sarana meditasi alami
manusia untuk mempererat hubungan bathin antara ciptaan dengan penciptanya.
Orang-orang dzalim yang menyakiti keindahan alam
sesungguhnya sedang menyakiti dirinya sendiri. Menjajah kebijaksanaan alam dan
membelengunya untuk kesenangan sendiri. Kesenangan yang kelak akan merusak
seluruh hakikat keindahan sebuah penciptaan.
Bangkitlah wahai Pecinta!! Bangkitlah wahai pejuang keindahan!! Jangan sampai Sang Khalik memerintahkan alam untuk menggambarkan kemurkaan-Nya kepada kita.
Bangkitlah wahai Pecinta!! Bangkitlah wahai pejuang keindahan!! Jangan sampai Sang Khalik memerintahkan alam untuk menggambarkan kemurkaan-Nya kepada kita.
Singkirkanlah egomu, jubah-jubah kebesaran dan keakuanmu,
bergegaslah menuju hakikat sejati penciptaanmu, alam menunggumu! Tanggung jawab
dan masa depan generasi penerus ada digenggaman keimanan dan ketaatan kita pada
hakikat keindahan.
Jadikan seluruh rangkaian kegiatan petualangan kita sebagai sebuah keindahan sejati, pengabdian hakiki terhadap nilai-nilai kesejatian antara diri, alam dan ke-Esaan Tuhan hingga merubah mental seseorang dari sekedar pecinta alam menjadi seorang pecinta sejati yang santun dan beradab.
Jadikan seluruh rangkaian kegiatan petualangan kita sebagai sebuah keindahan sejati, pengabdian hakiki terhadap nilai-nilai kesejatian antara diri, alam dan ke-Esaan Tuhan hingga merubah mental seseorang dari sekedar pecinta alam menjadi seorang pecinta sejati yang santun dan beradab.
Temukan jati dirimu jangan biarkan ego betepuk dada dan
memenangkan medan perjuangan ini, Ingat…!!! Hidup hanya sesaat, kita harus
menemukan jalan kehidupan yang sesungguhnya melalui hobi dan kecintaan kita
kepada kegiatan petualangan yang kita lakoni.
Wassalamualaikum.
#SalamKopiHangat