Pendakian Sebagai Media Pembentukan Karakter

Assalamualaikum.

Pendakian pada dasarnya adalah pembentukan karakter kemanusiaan. Disebut demikian karena pendakian memiliki nilai edukatif, etik,estetika, filsafat serta spiritual. Nilai-nilai tersebut dapat kita internalisasi didalam laku lampah kita melalui pengalaman pendakian kita.

Tentunya akan ada pertanyaan ? Pengalaman yang seperti apa. Seringkali kali kita melupakan nilai-nilai keseimbangan yang tercermim didalam diri kita, mereka yang memahami keseimbangan akan memahami fungsi dari bagian yang tercipta sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.

Pendaki yang cerdas akan menjadikan dirinya sebagai metode dasar untuk mengedukasi dirinya, menjaga etika dan estetika serta memahami berbagai nilai filosofis dan eksistensi hidup dari paham atau sikap yang berbeda dari pengalaman spiritual setiap pendaki dalam petualangannya.

Ranu Kumbolo
Para pendaki yang telah matang biasanya tidak akan menuntut suatu pengakuan atas nilai-nilai kebijaksanaan hidup yang mereka anut, karena sikap tersebut kerap akan memunculkan perbuatan kontra-produktif dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki.

Alam sebagai guru, subject dan objek dari kegiatan kita harus selalu kita dudukkan pada hakikatnya sebagai pembentukan karakter kemanusiaan. Tantangan atas tekad ini adalah ego dan kesombongan kita yang sering kali memaksa kita pada ketidak taatan kepada hati nurani, ketidak mampuan untuk mengelola akal pikir dibawah kendali budi pekerti akan menjauhkan seorang pendaki dari nilai nilai kesimbangan hidup didalam kehidupan.

Validitas teori didalam ketidak matangan pola pikir akan selalu menghasilkan sikap kontradiktif dengan keberadaan kita. Pengakuan diri serta hasrat untuk diakui sebagai seorang pendaki kadang mengacuhkan etika hidup dan berbagai kode etik yang berfungsi untuk menjaga nilai nilai keindahan dalam kesimbangan.

Falsafah hidup yang seharusnya selaras dengan filosofi alam kadang tak pernah kita temukan, Argumen pembenaran terhadap pola pikir dan kemampuan diri menjadi hijab yang sempurna atas kesombongan. Nilai nilai spiritual yang sangat lekat dengan kegiatan kita seakan terkubur dalam sorak sorai semu kehebatan yang tak seimbang dengan fungsi penciptaan.

Sebagai manusia yang selalu bergerak dari satu keindahan menuju keindahan lainnya kita seharusnya tumbuh dewasa bersama keindahan alam yang menginspirasi kegiatan kita. Pergerakan sikap dari hasrat pengakuan diri menuju pengakuan bersama sebagai seorang pendaki, sebagai seorang pecinta alam tidak akan memandang pendaki lainnya sebagai rival kegiatan dan komunitasnya melainkan sebagai sesama kekasih alam yang bijaksana. 

Pengakuan bersama atas etik dan norma yang berlaku secara universal akan membuat kita bersatu padu didalam indahnya pendakian. Tak ada lagi sampah yang berserakan, ataupun jejak jejak vandalisme yang mengotori hati dan pikiran. Kita hanyalah pecinta yang mencintai alam sebagaimana mencintai diri kita didalam mengarungi kerasnya gelombang kehidupan. Alam bukan hanya sebagai tempat bersenang senang melainkan arena untuk mengasah tekad serta kepatuhan kita terhadap nilai nilai hidup yang kerap kita temukan dibalik ganasnya medan medan pendakian.



Wasalammualaikum....
Selamat menikmati kopi hangat.